Home » HIV/AIDS

HIV/AIDS: Mengapa Terus Meningkat?

18 July 2009 2 Comments

Kompas, 11 Juli 2009, menginformasikan bahwa kasus AIDS meningkat enam kali lipat, sampai Maret 2009, kasus yang ditangai mencapai 16.964. Sementara itu laporan global yang dikeluarkan oleh UNAIDS pada tahun 2007, terdapat 33 juta jiwa yang hidup dengan HIV, sebanyak 2, 7 jiwa terinfeksi HIV dan dua juta jiwa meninggal dunia akibat HIV dan infeksi oportunistik lainnya.

Dalam artikel yang berjudul ‘Kasus AIDS Meningkat Enam Kali Lipat’ (Kompas, 11 Juli 2009), menyebutkan bahwa Indonesia sendiri sejak tahun 2000 telah memasuki klasifikasi tinggi tingat epidemic terkonsentrasi, yakni keadaan yang mengindikasikan bahwa tingkat penularan HIV sudah cukup tinggi pada subpopularitas berisiko. Jika dilihat dari sebarannya di propinsi tahun 2000, ada 16 provinsi yang melaporkan kasus AIDS, tahun 2003 ada 25 Provinsi dan 2008 menjadi 32 provinsi pada 214 kabupaten/ kota.

Kelompok rentan terpapar HIV/AIDS menurut Survei Terpadu Biologis tahun 2007 adalah pengguna jarum suntik narkoba, waria, pekerja seks komersial-konsumennya, laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki. Sementara itu , Jawa Barat menjadi provinsi di peringkat pertama dari jumlah kasus yang dilaporkan, yaitu 2888 kasus dan sekitar 75,9 di antaranya adalah pengguna jarum suntik di narkoba.

Dari cuplikan artikel di Kompas tersebut, menurut anda apa yang menyebabkan kondisi kebijakan pengurangan HIV/AIDS di Indonesia kurang berjalan, baik yang sifatnya untuk mengurangi epidemic dan maupun pelayanan bagi yang rentan/sudah terpapar?

2 Comments »

  • Ari Jusuf said:

    Sepertinya masih kurang kompak nih pihak-pihak yang berjuang menanggulangi epidemi HIV di Indonesia.

    Kalau terkait kebijakan, dibutuhkan keselarasan antara kebijakan yang dihasilkan dan diterapkan oleh beberapa sektor yang berbeda.

    Mis: layanan jarum suntik steril untuk pengguna narkoba suntik (penasun) yang saat ini mulai dilaksanakan oleh beberapa penyedia layanan kesehatan (mis. puskesmas) masih kurang mendapatkan dukungan dari kalangan kepolisian yang malah menjadikan tempat-tempat penukaran jarum suntik sebagai target operasi. Beberapa peraturan yang menyatakan bahwa pembawa jarum suntik steril tidak boleh ditangkap jika tidak membawa narkoba-nya, masih belum disosialisasikan ke aparat sampai ke tingkat terbawah…

    Itu hanya satu contoh… masih banyak contoh ketidakkompakan para pemangku kebijakan di negeri ini terkait usaha penanggulangan HIV.

  • Endang Swastyaskuningsih » Blog Archive » “STOP HIV/AIDS !” said:

    [...] Mengapa Terus Meningkat ? Stop Aids/HIV Kapan Seseorang Perlu Memeriksakan Diri ? World AIDS Day Balloons to highlight Aids and HIV victims AIDS and HIV Infection Mengapa Perlu Pendidikan Pencegahan HIV ? Mengapa Penderita HIV/AIDS Bertambah dengan Cepat? Diskusi & Renungan Isi Peringatan Hari AIDS se-Dunia Cegah Infeksi HIV Upaya Cegah HIV gagal ? Konfrensi Dunia Cegah HIV/AIDS UNAIDS WORLD AIDS DAY REPORT [...]

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.