<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pemberitaan HIV &#038; AIDS yang Tidak Sensitif</title>
	<atom:link href="http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html</link>
	<description>Indonesia Millenium Development Goals Blog - Diskusi, Forum, Obrolan</description>
	<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 04:24:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Caramoantour</title>
		<link>http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html/comment-page-1#comment-103</link>
		<dc:creator>Caramoantour</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 05:15:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html#comment-103</guid>
		<description>It is quite scary that there is still no cure for HIV/AIDS and the only way we can fight it is by prevention. How long would it take our scientists to develop a cure or vaccine for this disease?
          !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>It is quite scary that there is still no cure for HIV/AIDS and the only way we can fight it is by prevention. How long would it take our scientists to develop a cure or vaccine for this disease?<br />
          !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roni</title>
		<link>http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html/comment-page-1#comment-101</link>
		<dc:creator>roni</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 09:37:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html#comment-101</guid>
		<description>yang lebih utama adalah memberdayakan ODHA untuk tetap bisa berkarya, jangan lupakan mereka. Tetap beri dukungan moral agar tetap bisa eksis di tengah perlawanan melawan HIV/AIDS.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang lebih utama adalah memberdayakan ODHA untuk tetap bisa berkarya, jangan lupakan mereka. Tetap beri dukungan moral agar tetap bisa eksis di tengah perlawanan melawan HIV/AIDS.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Marrianette</title>
		<link>http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html/comment-page-1#comment-98</link>
		<dc:creator>Marrianette</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 16:02:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html#comment-98</guid>
		<description>HIV/AIDS is still a problem today despite huge medical advances, i am wondering if there would ever be a cure for this disease .
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>HIV/AIDS is still a problem today despite huge medical advances, i am wondering if there would ever be a cure for this disease .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nurdiyansah</title>
		<link>http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html/comment-page-1#comment-69</link>
		<dc:creator>Nurdiyansah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 09:53:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html#comment-69</guid>
		<description>ya tentu ada gap pastinya, mulai dari data sampai narasumber. karena media tidak pernah aktif mencari data dan siapa saja populasi beresiko. jadi gap-nya tampak jelas karena kan mereka dapat info atau data dari menghadiri acara/event HIV semata, tidak pernah cari tahu sendiri (investigasi). 

Soal ketidakberdayaan, hmmmm, gmn ya? habis media itu masih melihat AIDS sbg isu yg seksi dan senasional, masih terstigmakan bahwa AIDS itu bla..blaaa.. jadi mereka masih bermain pada kehebohan data atau kehebohan emosi bagi pembaca tuk tergugah dan merasa ngeri. (sepertinya bagi media mainstream itu yg menarik deh)

iya nih aku juga mengharapkan ada tulisan2 di media yg menginspirasikan bagaimana perempuan tertular dengan posisinya sbg korban, dan dia bisa survive dan memberikan semangat hidup buat audiens media yg membacanya ya.

duh banyak harapan nih buat media ya tuk ke depannya, mudah2an media bisa lebih baik lagi (ngga melulu pertimbangannya ekonomi terus)

cheers</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya tentu ada gap pastinya, mulai dari data sampai narasumber. karena media tidak pernah aktif mencari data dan siapa saja populasi beresiko. jadi gap-nya tampak jelas karena kan mereka dapat info atau data dari menghadiri acara/event HIV semata, tidak pernah cari tahu sendiri (investigasi). </p>
<p>Soal ketidakberdayaan, hmmmm, gmn ya? habis media itu masih melihat AIDS sbg isu yg seksi dan senasional, masih terstigmakan bahwa AIDS itu bla..blaaa.. jadi mereka masih bermain pada kehebohan data atau kehebohan emosi bagi pembaca tuk tergugah dan merasa ngeri. (sepertinya bagi media mainstream itu yg menarik deh)</p>
<p>iya nih aku juga mengharapkan ada tulisan2 di media yg menginspirasikan bagaimana perempuan tertular dengan posisinya sbg korban, dan dia bisa survive dan memberikan semangat hidup buat audiens media yg membacanya ya.</p>
<p>duh banyak harapan nih buat media ya tuk ke depannya, mudah2an media bisa lebih baik lagi (ngga melulu pertimbangannya ekonomi terus)</p>
<p>cheers</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bangtaru</title>
		<link>http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html/comment-page-1#comment-59</link>
		<dc:creator>Bangtaru</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 10:40:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html#comment-59</guid>
		<description>Mas Nurdiyansyah, mungkin gak sih ada gap of information tentang masalah HIV/AIDS ini di level media? Maksud saya begini, berita yang nyampe ke media tentang ODHA atau HIV/AIDS itu mungkin biasanya hanya sad story atau cerita2 tentang ketidak berdayaan, makanya jadi gak menarik lagi. Tapi pasti ada juga kan kisah2 ODHA atau HIV/AIDS yang happy ending yang penuh karya dan asa (diluar penyakit yang diidapnya) yang juga bisa menginspirasi seluruh manusia? 
Wondering.... :) 

best regards
taru</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Nurdiyansyah, mungkin gak sih ada gap of information tentang masalah HIV/AIDS ini di level media? Maksud saya begini, berita yang nyampe ke media tentang ODHA atau HIV/AIDS itu mungkin biasanya hanya sad story atau cerita2 tentang ketidak berdayaan, makanya jadi gak menarik lagi. Tapi pasti ada juga kan kisah2 ODHA atau HIV/AIDS yang happy ending yang penuh karya dan asa (diluar penyakit yang diidapnya) yang juga bisa menginspirasi seluruh manusia?<br />
Wondering&#8230;. <img src='http://www.diskusimdg.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>best regards<br />
taru</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nurdiyansah</title>
		<link>http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html/comment-page-1#comment-47</link>
		<dc:creator>Nurdiyansah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 12:03:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html#comment-47</guid>
		<description>memang bener sekali, masalahnya media mainstream itu selalu terkait dengan masalah ekonomi-politik media, jadi kadang biar pun jurnalis sudah terberdayakan dengan isu, tapi kalo editor kaga, yah begitu. Kadang aku suka sebal dengan media yang selalu mengaitkan isi/konten dengan selalu mempertimbangkan itu akan laku atau tidak, biarkan saja lah di-publish kalau memang informasi itu penting bukan?!kan manusia juga bukan black box ya. toh pembaca juga bisa berpikir, kalo memang bagus ya dengan sendirinya akan laku kan ya.(mudah2an begitu sih ya, aku agak ragu juga).ya at least, ada diskusiMDGs ini hehehehe

Berarti mungkin pendekatannya adalah dengan membuat forum bagi pemberdayaan jurnalis dan pekerja media, di mana mereka bisa saling diskusi, ada training jg, dll, jadi jurnalis jg ga kerja robot ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang bener sekali, masalahnya media mainstream itu selalu terkait dengan masalah ekonomi-politik media, jadi kadang biar pun jurnalis sudah terberdayakan dengan isu, tapi kalo editor kaga, yah begitu. Kadang aku suka sebal dengan media yang selalu mengaitkan isi/konten dengan selalu mempertimbangkan itu akan laku atau tidak, biarkan saja lah di-publish kalau memang informasi itu penting bukan?!kan manusia juga bukan black box ya. toh pembaca juga bisa berpikir, kalo memang bagus ya dengan sendirinya akan laku kan ya.(mudah2an begitu sih ya, aku agak ragu juga).ya at least, ada diskusiMDGs ini hehehehe</p>
<p>Berarti mungkin pendekatannya adalah dengan membuat forum bagi pemberdayaan jurnalis dan pekerja media, di mana mereka bisa saling diskusi, ada training jg, dll, jadi jurnalis jg ga kerja robot ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Taru</title>
		<link>http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html/comment-page-1#comment-36</link>
		<dc:creator>Taru</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 10:12:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.diskusimdg.org/pemberitaan-hiv-aids-yang-tidak-sensitif.html#comment-36</guid>
		<description>Memang media memiliki peran sangat penting dalam pembentukan opini dan stigma, termasuk untuk masalah HIV/AIDS. Menurut saya, untuk meruntuhkan suatu opini yang kurang tepat (salah) tentang HIV/AIDS maka perlu dibangun opini yang tepat (benar) tentang hal tersebut. Ayo para penggiat HIV/AIDS, sering-seringlah membangun opini yang tepat dan benar.

Salam,
Taru</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang media memiliki peran sangat penting dalam pembentukan opini dan stigma, termasuk untuk masalah HIV/AIDS. Menurut saya, untuk meruntuhkan suatu opini yang kurang tepat (salah) tentang HIV/AIDS maka perlu dibangun opini yang tepat (benar) tentang hal tersebut. Ayo para penggiat HIV/AIDS, sering-seringlah membangun opini yang tepat dan benar.</p>
<p>Salam,<br />
Taru</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
